Tip ahli, Setoran minimum
Agensi menentukan jumlah foto yang minimal harus disetorkan setelah persetujuan kontrak, biasanya sekitar 50 hingga 500 foto. Dengan memperhitungkan jumlah foto yang diberikan oleh para fotografer secara periodik, mereka bisa menjaga stok foto yang ada selalu baru dan dinamis. Bila anda hanya bisa menyetorkan foto dalam jumlah sedikit, mereka akan merasa rugi.
Biasanya agensi menawarkan untuk berbagi keuntungan 50/50 dan membayar fotografer secara berkala. Agensi juga akan memberitahukan foto mana saja yang telah terjual, untuk keperluan apa foto tersebut dijual, tapi tidak akan pernah memberikan nama klien yang membeli foto tersebut. Tentunya ini dimaksudkan untuk mencegah fotografer mencuri klien agensi.
Foto apa yang laku?
Pembeli bisa menyukai segala macam foto, mulai dari lansekap biasa hingga foto bertema gaya hidup dan lingkungan kerja, yang penting foto tersebut mengandung makna tertentu dan sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk mendapat imbalan yang memuaskan, usahakan mendapat kontrak dari agensi yang menginginkan tema spesifik dan belajar untuk membuat foto yang variatif. Buatlah foto yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, apapun temanya. Berpikirlah keluar dari kebiasaan, karena foto yang berkonsep kuat kerap dipilih menjadi ilustrasi cerita atau majalh bisnis. Buatlah foto dalam berbagai orientasi, portrait, dan pertimbangkan posisi obejek dalam frame seperti untuk keperluan sampul majalah, karena imbalannya lebih tinggi. Awalnya mungkin terasa janggal bila harus menyisakan ruang untuk tulisan dan judul, tapi lama kelamaan akan terbiasa. Penuhi kartu memori dengan foto yang variatif, proses semua foto yang bisa dipakai, lalu berikan foto-foto tersebut pada agensi yang tepat.
Menyesuaikan diri fotografer stok
Maksimalkan seluruh kesempatan yang ada di lokasi
- Abadikan agar dimuat di kalender, brosur turisme, majalah dan website.